Sepenggal Kisahku dan Kota Istimewa

Satu kata seribu makna yaitu JOGJA

Siapa sih yang gak tau Jogja?

Apa sih yang terlintas dibenak kalian ketika mengetahui atau mendengar kata Jogja?

Kalo menurut aku Jogja itu kota yang setiap sudutnya mengandung kenangan. Jogja itu surganya destinasi wisata.

Jogja adalah sebuah kota yang terletak di bagian Selatan Pulau Jawa. Kota Jogja mempunyai banyak sekali julukan antara lainnya ialah kota pelajar, kota istimewa, kota budaya, kota kenangan dan masih banyak lagi mungkin tak cukup jika di tuliskan dalam blog ini.

Banyak yang bilang kalau datang ke Jogja itu bikin kecanduan, banyak orang yang tak mau meninggalkan Jogja, banyak orang tak bisa move on dengan Jogja dan suasananya, banyak orang yang jatuh cinta kepada Jogja, Jogja selalu memikat hati setiap orang yang datang kesana. Jogja emang kejam.

Ternyata yang  hanya katanya- katanya itu sekarang aku benar  sudah membuktikannya sendiri bahwa Jogja seperti itu setelah ku datang ke Jogja dan menginjakkan kaki di Jogja.

Aku bukan orang Jogja, aku asli orang Magelang yang sudah lama merantau sejak kecil di  kota orang demi menuntut ilmu untuk meraih mimpi. Sehingga ku pergi ke Jogja pun jarang bahkan tak pernah. Sekalinya aku datang ke Jogja ketika bertepatan hari libur Iduk Fitri lalu, aku datang ke Jogja pertama yang aku ingin temui ialah Tugu Jogja yang merupakan satu satunya landmarknya Kota Jogja.

Tugu Jogja atau yang sering juga disebut Tugu istimewa. Ya jelas istimewa karena Tugu ini merupakan Tugu yang memiliki mitos dan juga tugu bersejarah. Tugu ini dibangun pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I yang merupakan seorang pendiri Keraton Jogja. Pada awalnya tugu ini menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti dan juga semangat persatuan rakyat Jogja. Lokasi Tugu ini ialah di tengah perempatan Jl. Pangeran Mangkubumi – Jl. Jenderal Sudirman – Jl. AM Sangaji dan Jl. Pangeran Diponegoro.

Kembali lagi ke ceritaku. Aku datang ke Tugu Jogja pada malam hari karena ku ingin menikmati suasana malam di sana. Aku duduk dipinggir jalan sambil menikmati kopi yang terkenal di Tugu Jogja yaitu kopi Joss. Dan banyak para pengamen kreatif disana yang menghibur para pengunjung Tugu itu. Aku keluarkan cameraku dan ku abadikan moment indah di Tugu ini. Tempat yang tak pernah sepi sekalipun sudah lewat tengah malam bahkan sampai pagi pun maasiah banyak orang yang betah untuk bersantai disitu. Begitu pula dengan aku rasanya berat hati untuk meninggalkan tempat itu, namun aku tetap harus pulang karena jarak rumah lumayan jauh.

Selain itu, Jogja juga merupakan surganya wisata. Karena waktu yang tidak menjijinkan aku untuk berlama lama di Jogja jadi belum banyak destinasi wisata yang aku kunjungi. Bagiku sedih sekali mempunyai hobi traveling tapi jarang traveling. Jadi hanya beberapa destinasi saja yang aku kunjungi yaitu Pantai Kesirat, Candi Abang, Omah Petruk, Kaliurang.

Sebenarnya masih banyak lagi destinasi wisata alam yang ada di Jogja dari wisata sejarah, wisata alam dan wisata kuliner lainnya.

Apalagi di masa pemerintahan Presiden yang sekarang bidang pariwisata Indonesia sangat berkembang pesat, banyak destinasi wisata yang dulu tidak terlihat sekarang menjadi terkenal. Selain karena Menteri Pariwisata nya juga karena kemajuan dari teknologi yang sekarang serba digital. Banyak berbagai macam media sosial yang digunakan untuk memposting dan mempromosikan wisata yang ada.

Selain itu banyak lagi cara yang dilakukan untuk mempromosikan dan memperkenalkan Jogja kepada Indonesia dan Dunia. Seperti yang sudah terlaksana yaitu sebuah event besar Jogja yaitu Karnaval Jogja 2017 dan juga Festival serta event lainnya.

Waktu liburan pun selesai dan waktunya meninggalkan kota kelahiran dan juga kota Istimewa ini. Dan hanya kenangan dan cerita yang bisa aku bawa ke kota perantauan dan untuk diperkenalkan kepada lebih banyak orang. Sudah waktunya Menjadi Jogja Menjadi Indonesia. Banyak alasan yang bisa kita berikan, salah satunya yaitu Jogja itu ialah kota yang masih menerapkan tradisi dan adat serta sopan santun. Jogja merupakan Kota tradisionalnya  Indonesia dan Kota yang berhati nyaman.

Karena aku tertarik dengan dunia pariwisata jadi yang bisa aku lakukan ditempat perantauan hanya bisa ikut mempromosikan Kota Jogja dan sekitarnya agar lebih mendunia melalui media sosial yang aku punya dan juga ikut dalam komunitas GenPI. Sehingga tercapai Komitmen yang ditegaskan Sultan Hamengku Buwono X dalam penyampaian visi misi Gubernur DIY periode 2017-2022 di gedung DPRD DIY, Rabu (2/8) yaitu MENJADI JOGJA MENJADI INDONESIA.

Veronika Desi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *