Mendaki Ketinggian 2.565 mdpl

Kali ini explore Wonosobo, Jawa Tengah.

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah.

Ikuti perjalanan kami yuk…

Perjalanan kami dimulai dari hari senin 8 Agustus 2016 sampai Rabu 10 Agustus 2016. Kami berkumpul di kampus dan berangkat menuju terminal Wonosobo naik bus dari terminal Rawamangun. Karena  perjalanan sudah sore menjelang malam kita semua banyak yang tidur. Tak terasa sudah sampai rest area, disana kami makan malam, kemudian setelah selesai semua kami melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 4 subuh kami sampai di terminal Wonosobo. Dan disitu sodara dari salah satu teman anggota kami sudah menjemput dan menunggu kedatangan kami dengan mobil pick up. Dan dengan terkejutnya hp salah satu dari teman kami ketinggalan di bus, akhirnya kami berusaha membantu menghubungi sopir bus dan agent nya, ada satu teman kami yang naik ojek dan menyusul bus tersebut, Puji Tuhan masih bisa ketemu dengan bus tersebut dan hp bisa dibawa kembali. Setelah semuanya beres kami pun segera naik mobil untuk menuju basecamp.

Pukul 6 pagi kami sampai basecamp, kemudian kami sarapan nasi uduk. Kami juga istirahat, makan. Tetapi tidak seperti yang direncanakan, karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk segera mendaki. Pagi itu sangat panas sekali jadi kami semua memutuskan untuk mulai mendaki sekitar jam 1 siang. Kami mengisi waktu dengan cerita- cerita dan juga ada yang tidur.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, kami bersiap siap untuk berangkat mendaki. Namun sebelumnya diawali  dengan berdoa bersama. Salah satu dari teman kami mengurus simaksi, setelah beres kami bersama- sama melanjutkan perjalanan. Sebuah perjalanan yang menyenangkan…

Kami naik dengan disuguhi pemandangan yang sangat mempesona, bentangan lahan pertanian yang dibuat terasering. Track yang kami lewati semua merupakan tanah merah, untung saja tidak licin setelah hujan kemaren, namun malah menguntungkan karena track jadi tidak berdebu. Wah saking asiknya menikmati keindahan perjalanan kami terpisah menjadi 2 team. Team pertama terdiri dari 2 orang dan sisanya terakhir.

Tak terasa 4 jam terlewati dengan cepat kami team 1 sudah sampai puncak terlebih dahulu dengan selamat. Kami berempat pun kemudian langsung mencari lokasi untuk mendirikan tenda dan langsung mendirikan tenda. Akhirnya selang sekitar 1 jam team 2 sampai dengan selamat. Waktu pun sudah mulai malam, kami pun segera memasak nasi, masak air, masak mie untuk menu makan malam. Setelah beres semua kamipun tidur. Sekitar jam 3 subuh ada 3 orang yang naik ke atas untuk mengabadikan moment. Walaupun udara sangat dingin kami hanya bermodalkan jaket tetap saja motret, demi sebuah hobi tetap kami jalani karena inilah tujuan kami mendaki. Kami jepret-jepret sambil menunggu datangnya sang mentari. Sekitar pukul 6 mentari pun mulai menampakkan diri. Semua orang datang dan untuk berfoto- foto.

Rasanya sayang untuk mengakhirinya. Namun waktu memaksa kami untuk kembali ke tenda guna untuk memasak dan sarapan pagi. Menu pagi itu nasi dan sardiens. Kami makan bersama-sama. Setelah semuanya beres kami semua packing dan bongkar tenda persiapan untuk turun.

Tak lupa juga sebelum turun yang pasti mengabadikan moment, ya sebut saja free time. Kami semua berpencar mencari spot foto masing- masing. Setelah semuanya capek dan puas berfoto kami semua segera berkumpul kembali dan berdoa bersama sebelum turun. Kami turun bersama- sama dari atas.

Namun sama halnya ketika naik di tengah jalan kami terpisah menjadi 2 team dan dengan anggota yang sama. Waktu yang sangat singkat, 2 jam kami menuruni gunung tersebut. Kami pun kembali ke basecamp untuk beristirahat, bersih diri, sholat dan juga makan.

Ternyata mobil pick up yang menjemput kami terkena macet sehingga tidak seperti yang dijadwalkan. Sore sekitar jam 3 kami baru beranjak meninggalkan basecamp menuju terminal. Akhirnya sekitar sejam kami sampai terminal dan kami naik bus menuju ke terminal Pulo Gebang Jakarta. Setelah sampai di terminal Pulo Gebang kami berpisah dan pulang ke rumah masing- masing namun ada juga yang kembali ke kampus.

Ini cerita perjalanan mendaki 2.565 MDPL

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *